10 December 2009

AL MULK

Dengar dan renungkan apa yang dibacakan berikut ini oleh Syaikh Mishary Rashyid Alafasy semoga bisa membawa kita kepada hati yang tenang, jiwa yang lembut, pikiran yang bersih, hati yang putih, sehingga cahaya Allah akan selalu terpancar dari hati ini tanpa ada penghalang setitik pun... amin...

Read More..

09 December 2009

Kere pun bisa bahagia

Di suatu ujung jalan, dekat salah satu perempatan jalan utama, ada sebuah warung padang yang sudah cukup lama berdiri. Saya sering melewati jalan itu dan menyaksikan bahwa warung itu hampir selalu memiliki pengunjung, terutama ketika waktu makan siang. Saya sebut warung karena tempat penjualannya kecil, hanya cukup menampung sekitar 10 - 15 pembeli yang makan disitu.
Sering, saat pagi hari, ketika pemilik warung sibuk masak-memasak di dapur, bau sedap masakan beraroma rempah-rempah pun terhirup.
Di suatu siang, kira-kira empat-lima tahun yang lalu, ada dua orang anak masuk ke warung tersebut, seorang diantaranya menyorongkan sejumlah uang kepada pelayan. Saya kenali anak-anak itu adalah penjaja koran di perempatan di dekat warung itu. Karena penasaran, saya pun berhenti, menyaksikan apa yang akan dilakukan kedua anak itu.
Rupanya uang yang mereka bayarkan hanya cukup untuk mendapatkan sebungkus nasi yang dituangi kuah, tanpa sayur, apalagi lauk. Begitu nasi bungkus itu diserahkan, mereka bergegas ke sebuah pekarangan pinggir jalan berbatas persawahan di dekat warung itu. Mereka berjongkok, lalu makan nasi yang sebungkus itu berdua. Sebentar kemudian mereka sudah menjilati jari-jemari tangan mereka yang berlumuran kuah. Terlihat nikmat sekali.

Perbuatan kedua anak itu mengingatkan saya pada pendapat seorang ahli psikologi humanis, Abraham Maslow, tentang puncak kebahagiaan. Apakah mereka tengah mengalami ‘puncak’? Nasi kuah yang dibeli dengan keringat sendiri, dengan rasa bumbu rempah yang menyengat lidah telah memberi mereka pengalaman kejut (delighted).
Sepertinya kehidupan yang keras telah mengajarkan kepada mereka, bahwa walau pekerjaan mereka menghasilkan uang yang terpaksa mereka cukup-cukupkan dengan cara, misalnya, ketika membeli nasi pun cukup dengan kuah. Bahagianya diriku bila bisa menikmati setiap rezeki yang didapat diterima dengan rasa syukur dan bisa menikmatinya dengan ikhlas. Barangkali kedua anak itu akan menikmati ‘puncak’ lain apabila mereka tahu bahwa ternyata ada orang yang ;cemburu’ kepada cara yang ternyata dengan tanpa syarat yang ribet dapat mencapai ‘puncak’, bahkan dengan lelaku yang amat sederhana.
Hingga saat ini, perilaku kedua anak itu sering muncul dalam ingatan ketika saya makan. Ingatan itu mendorong saya untuk berupaya meresapi rasa setiap suap makanan yang saya makan. Dengan kesadaran yang menyertai suap-demi-suap makanan, kadang saya rasakan nikmatnya makan (bahagia) yang menyusup di hati. Apakah ini pertanda bahwa saya juga dapat mencapai ‘puncak’?
Hingga kini, setiap kali melewati jalan itu, saya selalu menengok ke tempat kedua anak itu makan nasi kuah lima tahun yang lalu. Saya ingin pada setiap menengok dapat melihat lagi mereka makan nasi kuah dari warung padang itu. Sekadar agar dapat belajar lagi dari mereka untuk bisa meresapi rasa syukur dan ikhlas dalam menikmati rezeki yang mengantarkan kedua anak itu kepada kebahagiaan, ke “puncak”!
Keinginan itu didasari oleh realita bahwa “puncak” itu terus bergerak, mengikuti status sosial atau gaya hidup. Adalah juga realita bahwa suatu hal yang bagi seseorang sepele namun bagi orang lain dapat membuat bahagia. Ambil contoh sederhana: makan nasi putih panas dengan lauk sekedar tempe goreng yang juga panas, sudah cukup untuk mengantar seseorang ke “puncak”. Sementara bagi yang lain, menu itu sama sekali tidak menyenangkan. Padahal makan dengan lauk yang enak belum tentu dapat diubah semua menjadi hal yang bermanfaat bagi tubuh. Jangan-jangan malah meninggalkan sisa yang akan menjadi pemicu penyakit.
Saya ingin selalu dapat mensyukuri setiap rezeki yang diterima (walau sedikit) dan ikhlas dalam menikmatinya. Saya ingin sering bisa mencapai “puncak”.
Read More..

03 December 2009

Wonosobo 14/11/09

Wonosobo, Serayu 14 November 2009
jarak tempuh 27 km, waktu tempuh 5 jam, cukup ngebikin tangan dan kaki legam terbakar matahari... beberapa perahu yg sempat terbalik juga menggugah hati untuk menorehkan kata2.

7 buah perahu melaju tepat dari bawah jembatan Belimbing. Melintasi jeram, menabrak batu, tebing-tebing yang cukup terjal hemmm.. cukup untuk memompa adrenaline.

Apalagi kebetulan rombonganku anggur semua.. maklumlah yg muda jadi mesin dayungnya perahu karet. Hebatnya meski "rombogan para sesepuh tapi masih ampuh". hee..hee Read More..

24 April 2008

Heeemmmhh....

Hampir setahun sudah gak posting mungkin dah banyak yang lupa ma aku, tapi gak papa.. lebih baik terlambat daripada gak samasekali. Hari ini iseng-iseng buka blog yang dah lama terabaikan comentar menumpuk semuanya cuma minta dicarikan jurnal.. yah tentusaja untuk keperluan mereka sendiri.. untuk skripsilah.. penelitian lah.. tapi gak ada yang coba nanyain kabar aku.. heemmm.. mungkin emang kaya gini yah kalo kenalan cuma di alam maya, tapi gak papa lah..

Nah buat yang mo minta jurnal tolong dong.. ninggalin alamat e-mail biar bisa enak ngirimnya kalo ada ntar tak kasih deh... gak janji tapi tak usahain..

kiranya cukup ini aja dulu yah.. sapa tahu ntar kalo gak males tak posting lagi.
Read More..

25 September 2007

Ahmadinejads bikin blog Yuk coba tengok!!



Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad membuat blog sendiri. Peluncurannya disiarkan oleh stasiun televisi nasional Iran, Minggu (13/8) dan mendorong publik Iran untuk menulis langsung pesan-pesan mereka pada Presiden lewat blognya.
Isi blog Ahmadinejad masih berupa kisah tentang masa kecilnya, revolusi Iran dan perang Iran-Irak. Blog tersebut juga dilengkapi dengan ruang polling online yang untuk kali ini mengangkat tema, apakah AS dan Israel "sedang menarik picu perang dunia lagi."
Blog Presiden Ahmadinejadi disajikan dalam tiga bahas, Inggris, Perancis dan Arab dengan alamat http://www.ahmadinejad.ir/
Dalam blognya Ahmadinejad menulis, bagaimana pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khomeini mulai mempengaruhi pemikirannya ketika Ayatullah berada dalam pengasingan selama kurun waktu 1960-an sampai 1970-an.
Ahmadinejas menulis dalam blognya,"Makin saya mengenal pemikiran dan filosofinya, semakin saya mengaguminya dan pengasingan serta ketidakhadirannya, buat saya tidak bisa ditoleransi."
Di blognya, Ahmadinejad juga menyampaikan kritik-kritik tajamnya pada AS dan pandangan-pandangannya terhadap Perang Iran-Irak di era 1980-1988, ketika Ahmadinejad masih menjadi anggota pasukan elit Revolutionary Guard.
Seperti di negara-negara lainnya, perkembangan dunia maya memungkinkan setiap orang untuk memiliki situs sendiri, tak terkecuali di Iran. Cuma, di Iran para blogger belum bisa bergerak bebas untuk menuangkan pemikirannya.
Kabarnya, pemerintah Ahmadinejad termasuk yang ketat mengawasi kemunculan blog dan para bloggernya, yang mulai marak sejak lima tahun lalu. Menurut Muhammad Ali Dadkhah, seorang praktisi hukum hak asasi manusia, diperkirakan ada 50 bloger yang ditangkap selama kurun waktu setahun ini.
Isa Saharkhiz, anggota Committe to Protect Journalist di Iran mengatakan,"Tindakan keras terhadap para blogger merupakan bagian dari meningkatnya kebijakan sensor oleh pemerintah. http://eramuslim.com/berita/int/6814130815-presiden-iran-buat-blog-sendiri.htm?rel
Read More..

20 September 2007

BACA DONG!!: Buat yang minta jurnal

Sebelumnya mohon maaf, kalo' banyak dari pengunjung di blog ini yang kecewa karena meminta sesuatu tapi gak pernah saya beri. Sebenarnya saya gak bermaksud begitu .. serius.. tapi sampeyan-sampeyan sendirilah yang membuat semuanya jadi kayak gitu, jadi terkesan sepertinya kesalahan tertuju pada saya, yang menurut sampeyan karena saya gak mau memberi sesuatu yang sampeyan minta itu... (ngomong kok mbulet banget toh?? ehh..ehh.. yo ben..).

Lha sekarang mbok sampeyan bayangin.. seumpama sampeyan gak kenal sama saya, gak tau alamat e-mail, blog, friendster, YM, IM saya, trus saya minta sama sampeyan file atau apa, padahal file itu gak sampeyan kehendaki untuk umum, trus saya ninggalin pesan: "mas mbok saya minta copyan jurnal ini.. edisi ini.. judulnya ini..", padahal di pesan itu saya gak ninggalin alamat apapun untuk contact. Nah.. trus.. sampeyan mo ngasih saya gmn caranya?? ya toh??.

Mangkanya.. mas.. mbak.. sampeyan 2x yang mo minta kopian jurnal yah kenalan dulu dong ama saya, ttrus tinggalin alamat e-mail, blog, situs atau yang lainnya buat konfirmasinya gitu... biar saya juga bisa kontak & bisa ngirim ke sampeyan.

Udah pada mudeng belom,.. sori deh.. & harap maklum, wong ndeso kayak saya ini kalo ngejelasin sesuatu emang kadang bikin pusing, lha wong saya sendiri aja bingung ini nulis apa je..

So.. maaf yah.. Nothing personal, Have a nice Ramadhan, semoga kita dapatkan Arroyan yang telah Dia janjikan. Read More..

Monetize your site


Text Link Ads